Cuaca ekstrem Rusak Puluhan Rumah dan Gereja di Belo, Wagub NTT Turun Langsung Tinjau Lokasi

Avatar photo
cuaca

ID, Kupang – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kelurahan Belo, Kota Kupang, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan signifikan pada puluhan rumah warga serta satu fasilitas peribadatan, yakni Gereja GMIT Yegar Sahaduta.

Menindaklanjuti dampak bencana tersebut, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi bangunan gereja dan memastikan penanganan awal bagi masyarakat yang terdampak.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Selain merusak bangunan, bencana angin kencang juga menimbulkan korban luka. Berdasarkan laporan awal, sedikitnya tiga warga mengalami cedera, dengan satu korban mengalami luka berat dan dua lainnya luka ringan hingga sedang.

Lurah Belo, Robinson Lona, menjelaskan bahwa korban luka berat mengalami cedera serius di bagian leher akibat tertimpa seng atap yang terlepas saat angin kencang terjadi. Kondisi gelap pada saat kejadian membuat korban tidak sempat menghindar ketika berusaha menyelamatkan diri.

“Angin sangat kuat dan terjadi tiba-tiba. Korban berupaya keluar rumah, namun seng yang terlepas mengenai bagian leher,” ujar Robinson.

Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka di wajah serta cedera di kepala, pundak, dan kaki. Salah satu korban, Carolus, telah mendapatkan penanganan medis berupa tindakan jahit di beberapa bagian tubuh dan kini menjalani pemulihan di rumah setelah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.

Cuaca ekstrem juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Salah satu pohon dilaporkan menimpa dapur rumah warga bernama Amin. Meski menimbulkan kerusakan material, kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa.

Hasil pendataan sementara mencatat sekitar 35 unit rumah warga terdampak, termasuk satu bangunan gereja yang berada di RT 01 dan RT 02 Kelurahan Belo. Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, dengan konsentrasi kerusakan paling parah berada di area belakang permukiman.

Akibat kerusakan bangunan gereja, aktivitas peribadatan jemaat GMIT Yegar Sahaduta untuk sementara dialihkan. Pendeta GMIT Yegar Sahaduta, Selfi Afsefina, S.Th., menyampaikan bahwa ibadah Minggu (25/1) akan dilaksanakan di tenda darurat yang disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kami bersyukur masih dapat melaksanakan ibadah meskipun dalam kondisi terbatas. Tenda darurat dari BPBD sangat membantu jemaat,” ujarnya.

Ia menambahkan, jumlah jemaat GMIT Yegar Sahaduta berkisar 130 hingga 150 orang, dengan total 83 kepala keluarga yang tersebar dalam tiga rayon pelayanan.

Dalam kesempatan peninjauan, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Saat ini kita berada pada musim hujan disertai angin kencang. Informasi dari BMKG juga menyebutkan adanya potensi pergerakan siklon dalam satu hingga dua hari ke depan,” kata Johni.

Ia mengimbau warga agar membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak serta menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat. Menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko korban saat bencana terjadi.

Johni juga menegaskan bahwa pemerintah provinsi bersama BPBD serta pemerintah kabupaten/kota akan terus hadir dalam setiap upaya penanganan bencana. Pendataan lanjutan dan langkah bantuan bagi warga terdampak saat ini masih terus dilakukan oleh pemerintah kelurahan dan instansi terkait.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca dan mengikuti peringatan resmi dari BMKG guna menghindari risiko yang lebih besar akibat cuaca ekstrem. red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan