Menurutnya, paradigma pembangunan pendidikan modern harus menempatkan anak berkebutuhan khusus sebagai subjek pembangunan yang memiliki kapasitas untuk tumbuh, berprestasi, dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Hari ini bukan sekadar seremoni pembukaan perlombaan, tetapi sebuah panggung harapan. Panggung yang menunjukkan bahwa keterbatasan fisik maupun intelektual tidak pernah menjadi penghalang bagi seseorang untuk berkarya, berprestasi, dan memiliki cita-cita besar,” ujarnya.
Mengusung tema “Disabilitas Berprestasi, Mandiri dan Berkarya untuk Bangsa”, Hengky menyampaikan bahwa setiap anak memiliki karakteristik dan keunggulan yang unik. Ia bahkan mengutip pandangan Paus Fransiskus yang menyebut penyandang disabilitas sebagai “bintang yang bersinar di langit Nusantara”.
Pernyataan tersebut, menurut Hengky, mengandung makna filosofis bahwa tugas masyarakat dan pemerintah adalah memastikan setiap anak memperoleh ruang tumbuh yang adil, setara, dan bermartabat.

“Anak-anak penyandang disabilitas adalah cahaya bagi daerah ini. Mereka bukan untuk dikasihani, melainkan diberikan kesempatan agar mampu berkembang secara optimal dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















