Di bawah kepemimpinan Ketua PD Perpamsi NTT, Jony B. Sulaiman, organisasi tersebut berupaya memperkuat konsolidasi internal secara intensif. Agenda ini diarahkan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masing-masing Perumda, menyelaraskan kebijakan operasional, serta mendorong penerapan regulasi secara lebih konsisten di seluruh perusahaan anggota.
Kehilangan air menjadi tantangan struktural
Di luar persoalan kepatuhan regulasi dan administrasi keuangan, tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) menjadi salah satu isu penting yang turut dibahas dalam forum tersebut.
Persoalan kehilangan air memiliki dimensi teknis sekaligus manajerial. Selain dapat dipengaruhi kebocoran jaringan distribusi dan kondisi infrastruktur, kehilangan air juga berpotensi berkaitan dengan penggunaan air tanpa izin, pencurian air, serta kelemahan dalam sistem pencatatan dan pengawasan internal.
Dalam materi yang menjadi perhatian PD Perpamsi NTT, dugaan penggunaan air secara ilegal oleh oknum masyarakat maupun potensi penyimpangan yang melibatkan oknum pegawai perusahaan menjadi persoalan yang ikut diangkat.
Tingginya kehilangan air berpotensi mengurangi pendapatan perusahaan, meningkatkan beban operasional, dan membatasi kemampuan Perumda dalam memperluas serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
