Menurutnya, keterbatasan akses terhadap data seringkali memengaruhi kualitas analisis yang dilakukan oleh peneliti.
“Kami masih menemukan kesenjangan data di lapangan. Harapannya ada dukungan agar peneliti dapat memperoleh data yang valid dan lengkap,” katanya.
Sementara itu, peneliti lainnya Mariano A.T. Nugraha menjelaskan bahwa tim riset daerah selama ini telah aktif melakukan berbagai kajian kebijakan publik yang berkaitan dengan program pembangunan pemerintah.
Ia juga menyebutkan bahwa keberadaan 16 peneliti CPNS baru turut memperkuat kapasitas riset daerah dengan latar belakang keilmuan yang beragam.
Selama ini, menurut Mariano, kegiatan penelitian juga kerap melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi guna memperkuat kualitas analisis yang dihasilkan.
“Kami bersyukur dengan tambahan tenaga peneliti baru sehingga kapasitas riset kebijakan daerah ke depan bisa semakin kuat,” ujarnya.
Hasil Penelitian Jadi Dasar Kebijakan
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gubernur Melki menegaskan pemerintah provinsi akan memberikan dukungan agar tim peneliti dapat bekerja secara maksimal, termasuk kemungkinan penguatan regulasi jika diperlukan.
Ia berharap hasil penelitian yang dihasilkan tidak berhenti sebagai laporan akademik semata, tetapi benar-benar menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan pemerintah daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














