“Medali memang penting, tetapi karakter jauh lebih berharga. Kekalahan bukan akhir perjuangan, melainkan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri. Kemenangan sejati bukan hanya tentang mengalahkan lawan, tetapi juga tentang mengalahkan rasa malas, ketakutan, dan keraguan dalam diri sendiri,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Harian Pengurus Provinsi PASI NTT, Dr. Fransiskus Sales, S.Pd., M.M., menyebut penyelenggaraan Wali Kota Cup sebagai bentuk inovasi dalam memperkuat hubungan antara organisasi olahraga dan lembaga pendidikan.
Menurut Fransiskus, pembinaan olahraga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sekolah, organisasi olahraga, pemerintah, masyarakat, media, hingga dunia usaha perlu membangun kerja sama agar partisipasi masyarakat dalam olahraga semakin luas.
Ia juga mendorong agar olahraga tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan kompetitif, tetapi menjadi bagian dari pola hidup masyarakat. Dengan dukungan ekosistem yang kuat dan kolaborasi berkelanjutan, olahraga dapat berfungsi sebagai sarana pembinaan prestasi sekaligus membuka dampak sosial dan ekonomi.
Ketua Panitia yang juga Kepala SMA Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang, Hironimus Pati, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa peserta kejuaraan berasal dari tiga jenjang pendidikan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














