Ia menjelaskan bahwa keberhasilan peserta didik hanya dapat diwujudkan melalui pendekatan pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media massa, dan orang tua sebagai ekosistem yang saling mendukung dalam membentuk generasi yang unggul.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi pentahelix, di mana pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media massa, dan orang tua menjadi penyokong utama dalam meningkatkan keberhasilan siswa,” ujarnya.
Ernest menambahkan, kolaborasi tersebut merupakan model pembangunan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Sinergi antarpemangku kepentingan diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga peserta didik memperoleh dukungan secara menyeluruh, baik dalam peningkatan kompetensi akademik maupun pembentukan karakter.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan pesan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, kepada seluruh peserta seminar. Menurutnya, Wali Kota menekankan bahwa keberhasilan bukanlah hasil dari keberuntungan semata, melainkan buah dari kesiapan yang bertemu dengan peluang.
“Kesuksesan adalah pertemuan antara persiapan dan kesempatan.”
Pesan tersebut dinilai sejalan dengan filosofi yang diusung Ganesha Operation melalui moto “Belajar, Berlatih, dan Bertanding”. Filosofi tersebut menekankan pentingnya proses belajar yang konsisten, latihan yang berkesinambungan, serta keberanian untuk menguji kemampuan melalui berbagai kompetisi sebagai fondasi menuju kesuksesan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














