Dengan pola tersebut, pembinaan tidak hanya terpusat pada satu kelompok, tetapi dapat menjangkau berbagai komunitas yang telah terbentuk secara mandiri.
Isidorus juga menjelaskan bahwa persiapan atlet perlu mempertimbangkan kategori usia yang digunakan dalam kompetisi. Kelompok usia pelajar tingkat SMP dan SMA hingga kategori dewasa menjadi bagian yang perlu dipersiapkan sesuai ketentuan turnamen.
Karena itu, pembinaan secara rutin dinilai penting untuk membangun kemampuan atlet sekaligus memastikan kesiapan mereka menghadapi kompetisi mendatang.
Membangun Solidaritas dalam Keberagaman
Di luar aspek olahraga, Isidorus memandang komunitas line dance memiliki peran sosial dalam mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Ia mengatakan, kegiatan bersama dapat menjadi ruang silaturahmi, berbagi pengalaman, dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.
Menurut Isidorus, komunitas tersebut mempertemukan orang-orang dari beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial dalam satu aktivitas yang sama.
“Namun, melalui komunitas ini, orang-orang dari beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang dapat berkumpul. Pada akhirnya, kita menjadi satu karena berada dalam komunitas line dance,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














