ID, KUPANG — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 tingkat Kota Kupang tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat toleransi dan persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk. Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an semestinya tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam membangun kehidupan yang damai dan saling menghormati.
Pesan tersebut disampaikan Serena saat membuka MTQ ke-31 tingkat Kota Kupang di Aula Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang, Jumat, 1 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung hingga 4 Mei itu diikuti 165 peserta dari enam kecamatan dengan enam cabang perlombaan dan 25 mata lomba.
“MTQ bukan hanya tentang siapa yang terbaik dalam membaca. Lebih dari itu, ini adalah ruang untuk menumbuhkan kecintaan kita kepada Al-Qur’an, agar nilai-nilainya benar-benar hidup dalam sikap dan tindakan kita,” ujarnya.
Serena menekankan, keberhasilan MTQ tidak semata-mata ditentukan oleh prestasi peserta di arena perlombaan. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus mendorong umat mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, di tengah perkembangan Kota Kupang, kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam memelihara kohesi sosial. Penguatan iman, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan sikap terbuka, penghormatan terhadap perbedaan, dan komitmen menjaga kerukunan.
“Perbedaan bukan alasan untuk menjauh, tetapi kesempatan untuk saling memahami dan menghargai. Inilah wajah Kota Kupang yang kita banggakan, kota yang rukun, damai, dan penuh toleransi,” tambahnya.
Atas nama Pemerintah Kota Kupang, Serena menyampaikan apresiasi kepada umat Muslim yang turut menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat. Ia juga berterima kasih kepada panitia, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), para ulama, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan MTQ.
Kepada para peserta, Serena berpesan agar kompetisi dijalani dengan sungguh-sungguh tanpa mengesampingkan nilai persaudaraan. Ia berharap pengalaman mengikuti MTQ dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan masing-masing.
“Bertandinglah dengan semangat, tetapi tetap menjunjung tinggi persaudaraan. Jadikan pengalaman ini bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga untuk membawa kebaikan bagi masyarakat,” pesannya.
Serena juga berharap kafilah Kota Kupang dapat mencatatkan hasil terbaik pada MTQ tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia menyebut Kota Kupang sebelumnya berhasil meraih posisi juara kedua dan berharap capaian tersebut dapat ditingkatkan.
Enam Cabang Lomba, 25 Mata Lomba
Ketua Panitia MTQ ke-31 tingkat Kota Kupang, Rahmat Mukolang, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, memperdalam pemahaman keagamaan, serta menyeleksi peserta terbaik yang akan mewakili Kota Kupang di tingkat provinsi.
“Tujuan utama MTQ ini adalah meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, memperdalam pemahaman keagamaan, serta menyiapkan peserta terbaik untuk mewakili Kota Kupang pada MTQ tingkat provinsi,” jelas Rahmat.
Sebanyak 165 peserta dari enam kecamatan mengikuti kompetisi dalam enam cabang, yakni Tilawatil Qur’an, Hifzhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Hadrah, dan Tafsir Al-Qur’an. Secara keseluruhan, terdapat 25 mata lomba yang dipertandingkan selama kegiatan berlangsung.
Rahmat menyebut pelaksanaan MTQ didukung melalui APBD Kota Kupang Tahun Anggaran 2026 serta kontribusi berbagai pihak. Dukungan tersebut diharapkan memungkinkan kegiatan berlangsung sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam pengembangan kehidupan keagamaan.
Pembukaan MTQ turut dihadiri anggota DPRD Provinsi NTT, H. Muhammad Ansor; Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad MS; Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Antonius Nggaa Rua; Ketua Umum LPTQ Kota Kupang, Muhammad Khairil; perwakilan Forkopimda; para imam masjid se-Kota Kupang; serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Kupang.
Melalui penyelenggaraan MTQ, pemerintah dan panitia berharap nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya hadir dalam lantunan ayat dan kompetisi, tetapi juga terwujud dalam perilaku sosial yang menjunjung kejujuran, kepedulian, persaudaraan, dan penghormatan terhadap keberagaman. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














