“Di sekitar lokasi ini terdapat pengungsi mandiri, sehingga kami membangun MCK dan instalasi air agar kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi,” tambahnya.
Erwin menegaskan bahwa selain kebutuhan pangan dan sandang, fasilitas MCK, air bersih, dan listrik menjadi prioritas utama dalam penanganan pengungsi. MDMC UNIMOF juga menyediakan perlengkapan dapur umum, peralatan memasak, wadah makanan, serta kebutuhan balita dan ibu-ibu.
MDMC UNIMOF turut menerjunkan relawan pendidikan yang ditempatkan di posko utama, posko pembantu, pengungsian mandiri, serta sekolah-sekolah di sekitar wilayah terdampak. Untuk tahap selanjutnya, MDMC UNIMOF juga merencanakan penguatan layanan kesehatan bagi pengungsi.
“Pasca-erupsi biasanya muncul penyakit seperti ISPA dan TBC. Ke depan kami akan membuka layanan relawan kesehatan, dan saat ini masih berkoordinasi dengan puskesmas untuk memperoleh data pendukung,” jelas Erwin.
Sementara itu, salah satu pengungsi mandiri, Paulus Pa Temu, mengatakan dirinya bersama 12 kepala keluarga mengungsi di Balai Penyuluh Pertanian Desa Konga setelah meninggalkan Desa Nobo, Kecamatan Ilebura.
“Kami mengungsi mandiri di sini. Bantuan sudah kami terima dari Dinas Sosial, BNPB, dan MDMC Universitas Muhammadiyah Maumere. Kami berharap aktivitas erupsi ini segera berakhir,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












