Dari Atas Ring ke Flores, Tinju Piala Wali Kota Kupang Menjadi Panggung Solidaritas

flores
Wali Kota Kupang saat menggalang dana solidaritas untuk bantuan ke korban gempa flores

Atas dasar itu, Christian berharap kejuaraan tersebut tidak hanya melahirkan pemenang, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan identifikasi talenta-talenta baru yang berpotensi membawa nama Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur dalam kompetisi yang lebih tinggi, termasuk menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Setelah Hampir Belasan Tahun, Ring Kembali Bergeliat

Kejuaraan Piala Wali Kota Kupang memiliki arti tersendiri bagi perkembangan tinju di ibu kota Provinsi NTT.

Ajang tersebut sempat vakum hampir belasan tahun sebelum kembali digelar pada 2025, pada masa pemerintahan Christian bersama Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc.

Penyelenggaraan 2026 menjadi edisi kedua sejak kompetisi tersebut kembali dihidupkan.

Christian mengapresiasi Pengurus Pertina Kota Kupang dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang yang kembali menghadirkan kompetisi tersebut sebagai bagian dari pembinaan olahraga.

“Ini merupakan penyelenggaraan yang kedua. Piala bergilirnya kita buat dari bahan daur ulang sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan,” katanya.

Pilihan material trofi tersebut juga memperlihatkan bahwa penyelenggaraan olahraga mulai ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas. Kompetisi tidak hanya berbicara tentang prestasi, tetapi juga membawa pesan mengenai kepedulian lingkungan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version