Dari Atas Ring ke Flores, Tinju Piala Wali Kota Kupang Menjadi Panggung Solidaritas

flores
Wali Kota Kupang saat menggalang dana solidaritas untuk bantuan ke korban gempa flores

Untuk pertama kalinya, Piala Wali Kota Kupang diperebutkan sebagai trofi bergilir. Menariknya, trofi tersebut dibuat menggunakan bahan daur ulang berdasarkan ide Christian.

66 Petinju Berebut Gelar

Kejuaraan tahun ini diikuti 66 atlet yang berasal dari sejumlah sasana binaan Pertina Kota Kupang. Peserta terdiri atas 60 atlet putra dan enam atlet putri.

Para atlet berkompetisi dalam lima kelompok usia, yakni U-12, U-14, U-16, U-18, dan U-36.

Selain memperebutkan trofi bergilir, para pemenang juga memperoleh penghargaan berupa uang pembinaan. Juara pertama mendapatkan Rp500 ribu, juara kedua Rp350 ribu, dan juara ketiga Rp200 ribu, masing-masing disertai piagam penghargaan.

Komposisi peserta tersebut memperlihatkan bahwa regenerasi menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan kejuaraan. Kehadiran kelompok usia muda memberikan ruang bagi proses identifikasi bakat sekaligus pengalaman bertanding sejak dini.

Ketua Pengprov Pertina NTT, Dr. Samuel Haning, mengapresiasi kembali bergeliatnya olahraga tinju di Kota Kupang.

Menurutnya, dukungan Pemerintah Kota Kupang memberikan sinyal penting bagi keberlanjutan pembinaan atlet tinju. Kompetisi, dalam perspektif pembinaan olahraga, bukan sekadar arena menentukan siapa yang menang, tetapi juga ruang untuk menguji kemampuan, membangun pengalaman dan mengembangkan kapasitas mental atlet.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version