Ia berharap kejuaraan tersebut dapat terus menyediakan ruang bagi petinju muda untuk berlatih dan bertanding, sekaligus membangun mental, disiplin, serta karakter.
Tantangan Generasi Muda Tak Lagi Sama
Dalam sambutannya, Christian juga menarik garis yang lebih luas antara semangat olahraga dan makna kemerdekaan.
Menurut dia, generasi masa kini menghadapi bentuk perjuangan yang berbeda dibandingkan generasi yang hidup dalam masa penjajahan. Tantangan tersebut hadir dalam bentuk penyalahgunaan teknologi, penyebaran hoaks, narkoba, judi online, kemiskinan, pengangguran, kebodohan, dan ketidakadilan.
“Perjuangan harus kita lanjutkan. Lawannya memang berbeda, tetapi semangatnya tetap sama, yaitu bagaimana kita membangun manusia yang unggul dan berkarakter,” tegasnya.
Dalam kerangka itu, olahraga ditempatkan sebagai salah satu instrumen pembangunan manusia. Arena pertandingan menjadi ruang untuk membentuk ketahanan mental, sementara proses pembinaan menyediakan mekanisme bagi generasi muda untuk belajar mengenai disiplin, kompetisi yang sehat, dan tanggung jawab.
Agenda Terakhir Kepengurusan Pertina Kota Kupang
Ketua Panitia Kejuaraan, Karel Muskanan, menjelaskan bahwa kompetisi tersebut merupakan bagian dari program kerja Pengurus Pertina Provinsi NTT dan Pengurus Pertina Kota Kupang masa bakti 2022–2026.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
