Dari Atas Ring ke Flores, Tinju Piala Wali Kota Kupang Menjadi Panggung Solidaritas

Avatar photo
flores
Wali Kota Kupang saat menggalang dana solidaritas untuk bantuan ke korban gempa flores

Ia berharap kejuaraan tersebut dapat terus menyediakan ruang bagi petinju muda untuk berlatih dan bertanding, sekaligus membangun mental, disiplin, serta karakter.

Tantangan Generasi Muda Tak Lagi Sama

Dalam sambutannya, Christian juga menarik garis yang lebih luas antara semangat olahraga dan makna kemerdekaan.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut dia, generasi masa kini menghadapi bentuk perjuangan yang berbeda dibandingkan generasi yang hidup dalam masa penjajahan. Tantangan tersebut hadir dalam bentuk penyalahgunaan teknologi, penyebaran hoaks, narkoba, judi online, kemiskinan, pengangguran, kebodohan, dan ketidakadilan.

“Perjuangan harus kita lanjutkan. Lawannya memang berbeda, tetapi semangatnya tetap sama, yaitu bagaimana kita membangun manusia yang unggul dan berkarakter,” tegasnya.

Dalam kerangka itu, olahraga ditempatkan sebagai salah satu instrumen pembangunan manusia. Arena pertandingan menjadi ruang untuk membentuk ketahanan mental, sementara proses pembinaan menyediakan mekanisme bagi generasi muda untuk belajar mengenai disiplin, kompetisi yang sehat, dan tanggung jawab.

Agenda Terakhir Kepengurusan Pertina Kota Kupang

Ketua Panitia Kejuaraan, Karel Muskanan, menjelaskan bahwa kompetisi tersebut merupakan bagian dari program kerja Pengurus Pertina Provinsi NTT dan Pengurus Pertina Kota Kupang masa bakti 2022–2026.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan