Dari Atas Ring ke Flores, Tinju Piala Wali Kota Kupang Menjadi Panggung Solidaritas

Avatar photo
flores
Wali Kota Kupang saat menggalang dana solidaritas untuk bantuan ke korban gempa flores

ID, KUPANG — Malam itu, ring tinju di Lapangan Harper, Area Pameran, tidak hanya menjadi tempat para petarung menguji kekuatan dan ketahanan fisik. Di antara sorak penonton dan denting bel pertandingan, olahraga berubah menjadi medium solidaritas bagi masyarakat Flores yang tengah menghadapi dampak gempa.

Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Kupang 2026 yang digelar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Kupang menghadirkan sebuah adegan yang tidak lazim dalam kompetisi olahraga. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, naik ke atas ring untuk menjalani laga ekshibisi melawan Ketua Panitia Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Kupang 2026, Karel Muskanan.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pertandingan tersebut bukan sekadar pertunjukan. Laga ekshibisi menjadi bagian dari penggalangan donasi untuk masyarakat Flores yang terdampak bencana gempa.

Sebelum naik ke ring, Christian telah menjadi pihak pertama yang menyerahkan donasi sebesar Rp5 juta. Kehadirannya dalam laga ekshibisi kemudian memperluas pesan yang ingin disampaikan: kepedulian terhadap korban bencana tidak cukup berhenti pada pernyataan simpati, tetapi perlu diterjemahkan menjadi tindakan yang dapat menggerakkan solidaritas publik.

“Basodara dong tidak sendiri, ketong ada bersama kalian. Satu pulau terguncang, satu NTT ikut merasakan,” ujar Christian saat membuka kejuaraan, Jumat (21/8) malam.

Bagi Christian, bencana memiliki daya rusak yang melampaui kerusakan fisik. Gempa dapat mengguncang tanah, meruntuhkan bangunan dan mengubah kehidupan masyarakat dalam waktu singkat. Namun, dalam situasi seperti itu, harapan justru harus dipertahankan sebagai modal sosial untuk bangkit.

“Bencana boleh mengguncang tanah tempat kita berpijak, tetapi satu hal yang tidak boleh runtuh adalah harapan kita bersama,” tegasnya.

Pesan tersebut menemukan bentuk konkretnya di atas ring. Dengan mengambil bagian dalam laga ekshibisi, Christian menunjukkan bahwa solidaritas dapat dibangun melalui medium apa pun, termasuk olahraga.

Ketika Tinju Berbicara tentang Ketahanan

Di luar fungsi kompetitifnya, Christian memandang tinju sebagai olahraga yang memiliki dimensi pembentukan karakter.

Tinju, menurut dia, mengajarkan disiplin, tanggung jawab, keberanian, sekaligus kemampuan menghadapi tekanan dan kembali berdiri setelah mengalami kegagalan.

“Tinju mengajarkan kita untuk jatuh dan bangkit kembali. Seorang petinju sejati tidak dinilai dari kerasnya pukulan, tetapi dari kemampuannya untuk bangkit ketika jatuh,” ujarnya.

Filosofi itu menjadi relevan ketika olahraga ditempatkan dalam konteks pembangunan manusia. Kemenangan di atas ring bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Proses latihan, kemampuan mengendalikan diri, kepatuhan terhadap aturan, ketahanan mental, serta keberanian menghadapi lawan merupakan bagian dari pembentukan karakter atlet.

Atas dasar itu, Christian berharap kejuaraan tersebut tidak hanya melahirkan pemenang, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan identifikasi talenta-talenta baru yang berpotensi membawa nama Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur dalam kompetisi yang lebih tinggi, termasuk menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Setelah Hampir Belasan Tahun, Ring Kembali Bergeliat

Kejuaraan Piala Wali Kota Kupang memiliki arti tersendiri bagi perkembangan tinju di ibu kota Provinsi NTT.

Ajang tersebut sempat vakum hampir belasan tahun sebelum kembali digelar pada 2025, pada masa pemerintahan Christian bersama Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc.

Penyelenggaraan 2026 menjadi edisi kedua sejak kompetisi tersebut kembali dihidupkan.

Christian mengapresiasi Pengurus Pertina Kota Kupang dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang yang kembali menghadirkan kompetisi tersebut sebagai bagian dari pembinaan olahraga.

“Ini merupakan penyelenggaraan yang kedua. Piala bergilirnya kita buat dari bahan daur ulang sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan,” katanya.

Pilihan material trofi tersebut juga memperlihatkan bahwa penyelenggaraan olahraga mulai ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas. Kompetisi tidak hanya berbicara tentang prestasi, tetapi juga membawa pesan mengenai kepedulian lingkungan.

Untuk pertama kalinya, Piala Wali Kota Kupang diperebutkan sebagai trofi bergilir. Menariknya, trofi tersebut dibuat menggunakan bahan daur ulang berdasarkan ide Christian.

66 Petinju Berebut Gelar

Kejuaraan tahun ini diikuti 66 atlet yang berasal dari sejumlah sasana binaan Pertina Kota Kupang. Peserta terdiri atas 60 atlet putra dan enam atlet putri.

Para atlet berkompetisi dalam lima kelompok usia, yakni U-12, U-14, U-16, U-18, dan U-36.

Selain memperebutkan trofi bergilir, para pemenang juga memperoleh penghargaan berupa uang pembinaan. Juara pertama mendapatkan Rp500 ribu, juara kedua Rp350 ribu, dan juara ketiga Rp200 ribu, masing-masing disertai piagam penghargaan.

Komposisi peserta tersebut memperlihatkan bahwa regenerasi menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan kejuaraan. Kehadiran kelompok usia muda memberikan ruang bagi proses identifikasi bakat sekaligus pengalaman bertanding sejak dini.

Ketua Pengprov Pertina NTT, Dr. Samuel Haning, mengapresiasi kembali bergeliatnya olahraga tinju di Kota Kupang.

Menurutnya, dukungan Pemerintah Kota Kupang memberikan sinyal penting bagi keberlanjutan pembinaan atlet tinju. Kompetisi, dalam perspektif pembinaan olahraga, bukan sekadar arena menentukan siapa yang menang, tetapi juga ruang untuk menguji kemampuan, membangun pengalaman dan mengembangkan kapasitas mental atlet.

Ia berharap kejuaraan tersebut dapat terus menyediakan ruang bagi petinju muda untuk berlatih dan bertanding, sekaligus membangun mental, disiplin, serta karakter.

Tantangan Generasi Muda Tak Lagi Sama

Dalam sambutannya, Christian juga menarik garis yang lebih luas antara semangat olahraga dan makna kemerdekaan.

Menurut dia, generasi masa kini menghadapi bentuk perjuangan yang berbeda dibandingkan generasi yang hidup dalam masa penjajahan. Tantangan tersebut hadir dalam bentuk penyalahgunaan teknologi, penyebaran hoaks, narkoba, judi online, kemiskinan, pengangguran, kebodohan, dan ketidakadilan.

“Perjuangan harus kita lanjutkan. Lawannya memang berbeda, tetapi semangatnya tetap sama, yaitu bagaimana kita membangun manusia yang unggul dan berkarakter,” tegasnya.

Dalam kerangka itu, olahraga ditempatkan sebagai salah satu instrumen pembangunan manusia. Arena pertandingan menjadi ruang untuk membentuk ketahanan mental, sementara proses pembinaan menyediakan mekanisme bagi generasi muda untuk belajar mengenai disiplin, kompetisi yang sehat, dan tanggung jawab.

Agenda Terakhir Kepengurusan Pertina Kota Kupang

Ketua Panitia Kejuaraan, Karel Muskanan, menjelaskan bahwa kompetisi tersebut merupakan bagian dari program kerja Pengurus Pertina Provinsi NTT dan Pengurus Pertina Kota Kupang masa bakti 2022–2026.

Kejuaraan itu sekaligus menjadi agenda terakhir kepengurusan Pertina Kota Kupang periode tersebut di bawah kepemimpinan Elisabeth Waluwandja.

Namun, bagi penyelenggara, pertandingan tahun ini memiliki dimensi tambahan yang tidak kalah penting: kemanusiaan.

Karel menegaskan bahwa semangat membantu masyarakat Flores yang terdampak gempa menjadi bagian penting dari penyelenggaraan kejuaraan.

Dengan demikian, Piala Wali Kota Kupang 2026 meninggalkan pesan yang melampaui hasil pertandingan. Di satu sisi, ia menghidupkan kembali tradisi kompetisi tinju dan membuka ruang bagi regenerasi atlet. Di sisi lain, ring tersebut menjadi medium untuk mengingatkan bahwa solidaritas sosial dapat tumbuh dari ruang-ruang yang mungkin pada awalnya hanya dipahami sebagai arena olahraga.

Malam itu, pukulan memang menjadi bagian dari pertandingan. Tetapi pesan yang dibawa ke luar ring justru tentang ketahanan, kepedulian dan harapan—bahwa ketika satu bagian Nusa Tenggara Timur mengalami guncangan, bagian lainnya tidak memilih untuk berpaling. red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan