Kejuaraan itu sekaligus menjadi agenda terakhir kepengurusan Pertina Kota Kupang periode tersebut di bawah kepemimpinan Elisabeth Waluwandja.
Namun, bagi penyelenggara, pertandingan tahun ini memiliki dimensi tambahan yang tidak kalah penting: kemanusiaan.
Karel menegaskan bahwa semangat membantu masyarakat Flores yang terdampak gempa menjadi bagian penting dari penyelenggaraan kejuaraan.
Dengan demikian, Piala Wali Kota Kupang 2026 meninggalkan pesan yang melampaui hasil pertandingan. Di satu sisi, ia menghidupkan kembali tradisi kompetisi tinju dan membuka ruang bagi regenerasi atlet. Di sisi lain, ring tersebut menjadi medium untuk mengingatkan bahwa solidaritas sosial dapat tumbuh dari ruang-ruang yang mungkin pada awalnya hanya dipahami sebagai arena olahraga.
Malam itu, pukulan memang menjadi bagian dari pertandingan. Tetapi pesan yang dibawa ke luar ring justru tentang ketahanan, kepedulian dan harapan—bahwa ketika satu bagian Nusa Tenggara Timur mengalami guncangan, bagian lainnya tidak memilih untuk berpaling. red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














