Dari Atas Ring ke Flores, Tinju Piala Wali Kota Kupang Menjadi Panggung Solidaritas

Avatar photo
flores
Wali Kota Kupang saat menggalang dana solidaritas untuk bantuan ke korban gempa flores

Kejuaraan itu sekaligus menjadi agenda terakhir kepengurusan Pertina Kota Kupang periode tersebut di bawah kepemimpinan Elisabeth Waluwandja.

Namun, bagi penyelenggara, pertandingan tahun ini memiliki dimensi tambahan yang tidak kalah penting: kemanusiaan.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Karel menegaskan bahwa semangat membantu masyarakat Flores yang terdampak gempa menjadi bagian penting dari penyelenggaraan kejuaraan.

Dengan demikian, Piala Wali Kota Kupang 2026 meninggalkan pesan yang melampaui hasil pertandingan. Di satu sisi, ia menghidupkan kembali tradisi kompetisi tinju dan membuka ruang bagi regenerasi atlet. Di sisi lain, ring tersebut menjadi medium untuk mengingatkan bahwa solidaritas sosial dapat tumbuh dari ruang-ruang yang mungkin pada awalnya hanya dipahami sebagai arena olahraga.

Malam itu, pukulan memang menjadi bagian dari pertandingan. Tetapi pesan yang dibawa ke luar ring justru tentang ketahanan, kepedulian dan harapan—bahwa ketika satu bagian Nusa Tenggara Timur mengalami guncangan, bagian lainnya tidak memilih untuk berpaling. red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan