Ia menyatakan, apresiasi terhadap atlet paralimpik tidak semestinya hanya diukur berdasarkan jumlah medali yang diperoleh, tetapi juga harus mempertimbangkan perjuangan, kedisiplinan, keberanian, dan konsistensi mereka dalam menjalani proses pembinaan serta kompetisi.
“Saya ingin menegaskan bahwa setiap atlet adalah pejuang. Mereka patut kita apresiasi bukan hanya karena medali yang diraih, tetapi juga karena keberanian, disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah,” ungkap Melki.
Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa PEPARPROV menjadi salah satu tahapan strategis untuk mengidentifikasi dan menjaring atlet-atlet potensial NTT. Para atlet yang menunjukkan kemampuan dan prestasi diharapkan dapat dipersiapkan menghadapi Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) 2028, bahkan berpeluang menembus kompetisi di tingkat internasional.
Menurutnya, pencapaian tersebut membutuhkan dukungan ekosistem olahraga yang inklusif. Pemerintah, dunia usaha, kalangan akademisi, media, dan masyarakat perlu mengambil bagian dalam memastikan atlet penyandang disabilitas memperoleh akses yang setara terhadap fasilitas, pembinaan, kesempatan berkompetisi, serta dukungan pengembangan prestasi.
Gubernur juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan sportivitas dan persaudaraan sebagai prinsip utama selama pertandingan. Sebab, nilai sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kemenangan dan perolehan medali, tetapi juga keberanian untuk tampil serta kesungguhan memberikan kemampuan terbaik.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













