Ia mengapresiasi dukungan dan sinergi Pemerintah Provinsi NTT dengan Pemerintah Kota Kupang dalam menyelenggarakan kompetisi tersebut. Alvons juga menekankan pentingnya koordinasi antara KONI provinsi, KONI kabupaten/kota, dan seluruh pemangku kepentingan agar proses pembinaan atlet dapat berlangsung lebih terencana.
Kepada para peserta, ia meminta agar setiap atlet menunjukkan kemampuan terbaik hingga pertandingan berakhir. Keterbatasan, menurutnya, harus dijadikan tantangan untuk meningkatkan kualitas diri melalui kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., yang hadir mewakili Gubernur NTT, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang, KONI, dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan POPDA VIII.
Ia memandang kompetisi olahraga pelajar sebagai instrumen untuk mengevaluasi hasil latihan, memperluas pengalaman bertanding, serta membentuk karakter generasi muda. Karena itu, para atlet diharapkan menjunjung tinggi peraturan, menghormati lawan, dan menjaga perilaku, baik selama pertandingan maupun di luar arena.
Ambrosius menegaskan bahwa pembinaan olahraga pelajar perlu dilakukan secara berkesinambungan. Persiapan menuju PON 2028, kata dia, tidak cukup hanya dengan menyediakan sarana dan prasarana, tetapi juga memerlukan peningkatan kualitas pembinaan, kesiapan sumber daya manusia, keterlibatan dunia usaha, dukungan lembaga pendidikan, dan partisipasi masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














