“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi Gereja Katolik yang telah turut mendorong kemajuan kota ini,” katanya.
Lebih jauh, peringatan wafatnya Mgr. Petrus Turang dimaknai sebagai momentum reflektif untuk meneladani nilai-nilai pengabdian seorang pemimpin rohani. Menurutnya, sosok gembala sejati tidak hanya berbicara melalui kata-kata, tetapi menghadirkan keteladanan konkret dalam kehidupan umat.
“Keteladanan seorang gembala sejati terletak pada tindakan nyata yang hidup dalam hati umat,” ungkapnya.
Sementara itu, peringatan hari ulang tahun ke-57 Mgr. Hironimus Pakaenoni dipandang sebagai simbol penting dalam menegaskan esensi kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan. Ia menilai bahwa kepemimpinan yang substansial harus mampu melahirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, terutama kelompok kecil dan rentan.
“Kepemimpinan bukan sekadar otoritas, tetapi bagaimana menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
Mengawali sambutannya, ia juga mengajak seluruh umat untuk mensyukuri rahmat dan berkat Tuhan yang memungkinkan semua pihak hadir dalam keadaan sehat. Ajakan tersebut menjadi landasan spiritual dalam mengikuti keseluruhan rangkaian perayaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















