“Apa yang terjadi hari ini bukan sekadar perlombaan robot biasa. Ini adalah gerakan. Kita ingin anak-anak muda NTT tidak hanya menjadi penonton perkembangan teknologi, tetapi tampil sebagai pencipta dan inovator,” tegasnya.
Serena juga menekankan bahwa teknologi seharusnya tidak berhenti pada eksperimen atau demonstrasi. Penerapannya perlu diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk meningkatkan produktivitas di sektor pertanian yang menjadi salah satu bidang penting bagi kehidupan warga NTT.
“Kalau dulu petani kita bekerja secara tradisional dengan hasil terbatas, maka dengan teknologi produktivitas bisa meningkat berkali-kali lipat. Teknologi harus menjadi jawaban untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Serena mengingatkan generasi muda agar tetap menempatkan kemampuan berpikir kritis sebagai fondasi utama. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan untuk memperluas gagasan dan kreativitas, tetapi tidak seharusnya menggantikan daya pikir manusia.
“Jadikan AI sebagai pemantik ide, tetapi jangan biarkan AI mengambil alih fungsi otakmu. Kita harus mengendalikan teknologi, bukan dikendalikan teknologi,” pesannya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














