Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen mendukung ruang-ruang kreatif dan kegiatan pengembangan teknologi bagi generasi muda. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembelajaran teknologi sehingga tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.
Robotika diperkenalkan sejak bangku sekolah
Founder Logosi Institute, Erwin Alexander, mengatakan Filosi Robotic Competition 2026 digagas sebagai respons terhadap terbatasnya pengenalan dan literasi robotika di NTT. Kompetisi ini dirancang untuk menjangkau peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari siswa sekolah dasar hingga kategori umum.
“Ini bukan hanya lomba, tetapi gerakan memperkenalkan teknologi sejak dini kepada anak-anak dan generasi muda di NTT,” jelas Erwin.
Kompetisi tersebut mencakup sejumlah kategori yang disesuaikan dengan jenjang peserta. Siswa sekolah dasar diperkenalkan pada perakitan robot sederhana berbasis permainan edukatif. Peserta tingkat sekolah menengah pertama ditantang membuat smart obstacle car, yakni mobil pintar yang dapat menghindari rintangan. Sementara itu, peserta sekolah menengah atas diminta mengembangkan sistem robotik yang dapat menjawab persoalan di NTT.
Adapun kategori umum mengikuti lomba line follower, yaitu kompetisi robot yang dirancang untuk mengikuti jalur tertentu secara otomatis.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














