“Jadilah pencipta perubahan, bukan sekadar penumpang perubahan. Kota Kupang dan NTT membutuhkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, serta mampu menghadirkan solusi, bukan hanya mengkritik keadaan,” tambahnya.
Serena juga mengapresiasi penyelenggaraan PISMA X sebagai ruang bagi mahasiswa untuk menguji gagasan, mengembangkan kemampuan, dan menampilkan karya dalam beragam bidang. Kompetisi yang mencakup debat ilmiah, inovasi digital, perencanaan bisnis (business plan), serta seni dan budaya dinilainya dapat mempertemukan kemampuan intelektual dengan kreativitas.
Satu dekade perjalanan PISMA, menurut Serena, menjadi momentum untuk melihat perkembangan mahasiswa UNWIRA dalam membangun tradisi berkarya dan berinovasi. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda kompetisi tahunan, tetapi turut mendorong lahirnya karya yang memberi manfaat di luar lingkungan kampus.
Rektor UNWIRA Kupang, Pater Dr. Stefanus Lio, dalam sambutannya menempatkan PISMA sebagai bagian penting dari pembentukan karakter dan kualitas intelektual mahasiswa. Ia menilai ilmu pengetahuan dan seni memiliki peran yang saling melengkapi dalam membentuk pribadi yang kritis sekaligus memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














