ID, Kota Kupang – Penguatan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari investasi pendidikan sejak usia dini. Masa kanak-kanak dinilai menjadi fase paling krusial dalam pembentukan karakter, kemampuan sosial, serta fondasi intelektual yang akan menentukan kualitas generasi masa depan.
Pandangan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., saat menghadiri pelepasan 410 peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kecamatan Oebobo yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD) Tahun Ajaran 2025/2026 di Aula El Tari, Kamis (11/6).
Kegiatan yang mengangkat tema “Tumbuh dengan Akhlak, Melangkah dengan Karakter, Bersiap Menjadi Generasi Cerdas Indonesia Emas” tersebut menjadi momentum reflektif tentang pentingnya pendidikan usia dini sebagai fondasi pembangunan manusia yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Serena menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah pada masa mendatang sangat bergantung pada kualitas pembinaan generasi sejak usia dini. Menurutnya, berbagai nilai fundamental seperti kedisiplinan, rasa tanggung jawab, empati sosial, kemampuan berinteraksi, serta kepercayaan diri mulai dibentuk pada fase pendidikan awal.
“Anak-anak yang hari ini kita lepas mungkin masih berada pada tahap awal perjalanan pendidikan mereka. Namun dari ruang-ruang belajar sederhana inilah lahir cita-cita besar yang kelak menentukan masa depan daerah dan bangsa,” ujarnya.
Ia menilai pendidikan anak usia dini tidak sekadar berorientasi pada pengenalan akademik, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam pembentukan karakter dan pengembangan kecerdasan emosional anak.
Karena itu, Serena mengajak para orang tua untuk menciptakan lingkungan tumbuh yang sehat dan suportif dengan memberikan ruang bagi anak mengembangkan potensi sesuai bakat dan minat masing-masing.
Menurutnya, salah satu kesalahan yang masih sering terjadi dalam pola pengasuhan adalah kecenderungan membandingkan anak dengan anak lain. Praktik tersebut berpotensi memengaruhi perkembangan psikologis serta menurunkan tingkat kepercayaan diri anak dalam proses tumbuh kembangnya.
“Setiap anak memiliki keunikan, kemampuan, dan kecepatan belajar yang berbeda. Tugas orang tua adalah mendampingi dan mengarahkan, bukan membandingkan,” tegasnya.
Selain itu, Serena juga menyoroti tantangan pengasuhan di era digital yang semakin kompleks. Ia mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan teknologi oleh anak-anak, terutama di tengah masifnya akses terhadap berbagai platform media sosial yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif.
Menurutnya, literasi digital dalam lingkungan keluarga harus diperkuat agar teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan kreativitas, bukan sebaliknya menjadi sumber persoalan bagi tumbuh kembang anak.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota menyampaikan penghargaan kepada para pendidik PAUD yang selama ini menjalankan tugas pendidikan dengan penuh dedikasi dan kesabaran.
Ia menilai peran guru PAUD sangat strategis karena tidak hanya mengajarkan kemampuan dasar kepada anak-anak, tetapi juga membantu membentuk karakter, kebiasaan positif, serta kesiapan mereka memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Sementara itu, Ketua HIMPAUDI Kecamatan Oebobo, Oriance Beis, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang, para kepala sekolah, tenaga pendidik, orang tua, serta seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut.
Menurutnya, pelepasan peserta didik PAUD bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghargaan atas proses pembelajaran, perkembangan sosial, dan pencapaian anak selama menempuh pendidikan pada jenjang usia dini.
“Momentum ini menjadi penanda bahwa anak-anak telah menyelesaikan satu fase penting dalam perjalanan pendidikan mereka dan siap melanjutkan ke tahap yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia berharap semangat belajar yang telah ditanamkan selama berada di PAUD dapat terus berkembang ketika anak-anak memasuki lingkungan Sekolah Dasar.
Kegiatan pelepasan berlangsung meriah melalui berbagai penampilan seni yang dibawakan para peserta didik. Dengan penuh percaya diri, anak-anak menampilkan beragam kreativitas mulai dari tarian, pembacaan puisi, hafalan surat-surat pendek, hingga pertunjukan musik yang mendapat apresiasi dari para orang tua dan tamu undangan.
Suasana haru dan kebanggaan mewarnai acara tersebut, menandai berakhirnya satu tahapan pendidikan sekaligus membuka lembaran baru bagi ratusan anak yang akan melanjutkan perjalanan akademiknya menuju jenjang pendidikan dasar.
Pelepasan 410 peserta didik PAUD se-Kecamatan Oebobo ini sekaligus menjadi cerminan komitmen bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan keluarga dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















