“Saya percaya bahwa tahbisan diakon ini bukan hanya sebuah capaian pribadi, tetapi sebuah panggilan iman yang mengajak kita untuk melayani Tuhan dan sesama dengan hati yang rendah dan tulus,” ujar Wali Kota.
Di hadapan para diakon yang baru ditahbiskan, ia mengingatkan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. Arus informasi yang begitu cepat, polarisasi sosial, serta melemahnya nilai-nilai kebersamaan menuntut hadirnya figur-figur pelayan yang mampu menjadi penyejuk dan pemersatu.
Karena itu, menurutnya, para diakon memiliki peran strategis sebagai pembawa harapan, penanam nilai-nilai moral, dan penjaga persaudaraan di tengah masyarakat.
Wali Kota juga menegaskan bahwa Kota Kupang dibangun di atas fondasi keberagaman yang harus terus dijaga dan dirawat bersama. “Di Kota Kupang, keberagaman bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan. Keberagaman bukan menjadi jarak pemisah, melainkan jembatan yang menyatukan. Karena itu kami membutuhkan peran gereja, para diakon, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen untuk menjaga harmoni ini,” tegasnya.
Ia mengibaratkan kehidupan masyarakat seperti sebuah lagu yang indah. Keindahan tidak lahir karena semua nadanya sama, tetapi karena berbagai nada yang berbeda mampu berpadu dalam harmoni. “Harmoni bukan berarti semua harus sama. Harmoni adalah ketika perbedaan dapat hidup berdampingan dalam keseimbangan, saling menghargai, dan saling menguatkan. Itulah wajah Kota Kupang yang harus terus kita rawat bersama,” katanya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












