Ia menegaskan bahwa substansi ajaran agama tidak berhenti pada pelaksanaan ritual maupun seremoni keagamaan, melainkan harus terimplementasi melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Menurutnya, aktivitas sosial tersebut menjadi contoh konkret bagaimana nilai-nilai spiritual dapat ditransformasikan menjadi praktik kehidupan yang memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.
“Peringatan hari besar keagamaan akan memiliki makna yang semakin mendalam ketika diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan kehidupan bersama,” tegasnya.
Pembangunan Daerah Memerlukan Penguatan Modal Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota kembali menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dipahami hanya melalui pembangunan infrastruktur fisik maupun pertumbuhan ekonomi semata.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus disertai pembangunan karakter, penguatan moralitas publik, serta internalisasi nilai-nilai kemanusiaan yang mampu memperkuat kehidupan sosial masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kota Kupang terus mendorong berbagai aktivitas keagamaan sebagai bagian integral dari strategi pembangunan daerah yang berbasis pada penguatan sumber daya manusia dan kohesi sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














