Wali Kota Kupang: Keberagaman Merupakan Modal Sosial Strategis dalam Mewujudkan Kota Kasih yang Inklusif dan Berkelanjutan

Avatar photo
keberagaman
dok : pkp

Ia menegaskan bahwa substansi ajaran agama tidak berhenti pada pelaksanaan ritual maupun seremoni keagamaan, melainkan harus terimplementasi melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Menurutnya, aktivitas sosial tersebut menjadi contoh konkret bagaimana nilai-nilai spiritual dapat ditransformasikan menjadi praktik kehidupan yang memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Peringatan hari besar keagamaan akan memiliki makna yang semakin mendalam ketika diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan kehidupan bersama,” tegasnya.

Pembangunan Daerah Memerlukan Penguatan Modal Sosial

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota kembali menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dipahami hanya melalui pembangunan infrastruktur fisik maupun pertumbuhan ekonomi semata.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus disertai pembangunan karakter, penguatan moralitas publik, serta internalisasi nilai-nilai kemanusiaan yang mampu memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kota Kupang terus mendorong berbagai aktivitas keagamaan sebagai bagian integral dari strategi pembangunan daerah yang berbasis pada penguatan sumber daya manusia dan kohesi sosial.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan