Wali Kota Kupang: Keberagaman Merupakan Modal Sosial Strategis dalam Mewujudkan Kota Kasih yang Inklusif dan Berkelanjutan

Avatar photo
keberagaman
dok : pkp

Filosofi tersebut, menurutnya, menjadi relevan dalam konteks pembangunan Kota Kupang yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh unsur masyarakat tanpa memandang latar belakang identitas.

Ia mengajak seluruh tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, komunitas budaya, dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kepentingan bersama.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Permabudhi Tegaskan Komitmen Menjaga Harmoni Sosial

Sementara itu, Ketua Permabudhi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indra Effendy, menjelaskan bahwa Perayaan Trisuci Waisak merupakan momentum spiritual untuk mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha sekaligus memperdalam penghayatan terhadap nilai-nilai Dharma.

Mengusung tema “Dharma Menjaga Kedamaian Dunia,” menurutnya, peringatan Waisak mengajak seluruh umat Buddha untuk terus mengembangkan nilai kasih sayang universal, pengendalian diri, kepedulian sosial, serta semangat menjaga persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas dukungan yang diberikan terhadap seluruh rangkaian kegiatan Waisak tahun ini. Menurutnya, perhatian pemerintah tersebut mencerminkan komitmen nyata dalam menjamin kebebasan beragama sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan