Filosofi tersebut, menurutnya, menjadi relevan dalam konteks pembangunan Kota Kupang yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh unsur masyarakat tanpa memandang latar belakang identitas.
Ia mengajak seluruh tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, komunitas budaya, dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kepentingan bersama.
Permabudhi Tegaskan Komitmen Menjaga Harmoni Sosial
Sementara itu, Ketua Permabudhi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indra Effendy, menjelaskan bahwa Perayaan Trisuci Waisak merupakan momentum spiritual untuk mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha sekaligus memperdalam penghayatan terhadap nilai-nilai Dharma.
Mengusung tema “Dharma Menjaga Kedamaian Dunia,” menurutnya, peringatan Waisak mengajak seluruh umat Buddha untuk terus mengembangkan nilai kasih sayang universal, pengendalian diri, kepedulian sosial, serta semangat menjaga persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas dukungan yang diberikan terhadap seluruh rangkaian kegiatan Waisak tahun ini. Menurutnya, perhatian pemerintah tersebut mencerminkan komitmen nyata dalam menjamin kebebasan beragama sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
