Christian Widodo Kukuhkan Widya Cahya sebagai Bunda Literasi, Dorong Budaya Baca Sejak Dini

Avatar photo
literasi

ID, KUPANG — Pemerintah Kota Kupang mendorong penguatan budaya literasi sebagai fondasi pembentukan generasi yang cerdas dan berkarakter. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa pembangunan kota yang berkelanjutan tidak cukup bertumpu pada infrastruktur dan visi pemerintahan, tetapi juga membutuhkan penguatan ilmu pengetahuan, karakter, serta keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak.

Pesan itu disampaikan Christian saat mengukuhkan dr. Widya Cahya sebagai Bunda Literasi Kota Kupang dalam kegiatan Kampanye Gerakan Gemar Membaca melalui Lomba Bercerita bagi anak PAUD. Acara berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu, 22 April 2026, dengan melibatkan 42 anak sebagai peserta lomba.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/10/Untitled-image-11.png
Scroll kebawah untuk lihat konten

Christian menilai, pembentukan kebiasaan membaca perlu dimulai sejak usia dini, terutama melalui lingkungan keluarga. Rumah, menurutnya, merupakan ruang pendidikan pertama tempat anak mengenal berbagai kebiasaan, termasuk ketertarikan terhadap buku dan pengetahuan.

“Hari ini bagi saya bukan sekadar seremoni, tetapi tentang harapan. Harapan bahwa sebuah kota menjadi kuat bukan hanya karena infrastruktur dan visi, tetapi karena ilmu pengetahuan, karakter, dan peran Bunda Literasi,” ujar Christian.

Ia menekankan bahwa orang tua memiliki posisi strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap kegiatan membaca. Anak-anak cenderung belajar melalui contoh yang mereka lihat setiap hari, sehingga kebiasaan membaca perlu dibangun melalui keteladanan, bukan semata-mata instruksi.

Untuk itu, Christian mengajak orang tua membiasakan anak membaca secara bertahap tanpa tekanan. Menurutnya, konsistensi jauh lebih penting daripada memaksakan target membaca dalam jumlah besar.

“Tidak harus satu hari satu buku. Satu halaman, satu paragraf, bahkan satu kalimat pun cukup, yang penting konsisten. Jangan sampai anak merasa membaca itu beban, tetapi jadikan sebagai kebiasaan yang menyenangkan,” jelasnya.

Ia juga mendorong keluarga menyediakan buku di rumah agar anak dapat mengakses bahan bacaan dengan mudah. Ketersediaan buku di lingkungan terdekat diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus menjadikan membaca sebagai bagian dari keseharian anak.

Dalam sambutannya, Christian mengutip pesan aktivis pendidikan sekaligus penerima Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai, bahwa satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena dapat mengubah dunia. Pesan tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa perubahan besar dapat berawal dari langkah sederhana dalam pendidikan.

Christian menggambarkan buku dan cerita sebagai pintu bagi anak untuk membangun imajinasi serta keberanian merancang masa depan. Karena itu, gerakan literasi perlu dijalankan secara konsisten dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, hingga keluarga.

“Kepada Bunda Literasi, selamat mengemban amanah. Semoga kehadiran bunda menjadi cahaya yang menuntun anak-anak kita menuju masa depan yang lebih baik. Dan kepada anak-anak, teruslah membaca dan bermimpi, karena masa depan Kota Kupang ada di tangan kalian,” tutupnya.

Literasi Keluarga dan Pengasuhan Anak

Ketua Pokja II TP PKK Kota Kupang, Petty Mardina P. Pratami Ly, dalam laporan panitia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TP PKK memperkuat peran keluarga sebagai pusat pendidikan pertama bagi anak.

Pengukuhan Bunda Literasi diharapkan menghadirkan figur penggerak yang dapat mengoordinasikan berbagai inisiatif literasi, mulai dari lingkungan rumah tangga hingga masyarakat. Dengan demikian, gerakan membaca tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang ditopang oleh keterlibatan keluarga dan lingkungan sekitar.

Rangkaian kegiatan juga mencakup kelas parenting bagi orang tua dengan materi pengasuhan positif dan pencegahan kekerasan terhadap anak. Sementara itu, lomba bercerita bagi 42 anak PAUD dirancang untuk melatih keberanian tampil, kemampuan berkomunikasi, dan daya imajinasi sejak dini.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya; Ketua Himpaudi Kota Kupang, Jefri Libertus; Ketua IGTKI, Mandasia Syamsudin; Staf Ahli TP PKK Kota Kupang, Angela Lusi Deran; Ketua Dharma Wanita Persatuan, Elisa Pelt-Lumbang Tobing; serta para dewan juri.

Melalui kolaborasi pemerintah, TP PKK, satuan pendidikan, dan keluarga, gerakan literasi diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan generasi Kota Kupang yang memiliki pengetahuan, karakter, dan keberanian untuk mengembangkan cita-cita. red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan