Selain itu, kain tenun khas Rote juga diserahkan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kota Medan dan Ketua APEKSI sebagai cendera mata yang merepresentasikan kekayaan tradisi tekstil Nusa Tenggara Timur.
Christian menjelaskan bahwa pemilihan budaya Rote bukan sekadar menampilkan salah satu identitas etnis di NTT, melainkan mencerminkan realitas sosial Kota Kupang sebagai ruang hidup bersama berbagai kelompok masyarakat yang berasal dari beragam latar belakang budaya.
Menurutnya, masyarakat Rote merupakan salah satu komunitas terbesar yang telah lama berkontribusi terhadap perkembangan sosial, budaya, maupun ekonomi Kota Kupang sehingga layak menjadi representasi dalam ajang nasional tersebut.
“Kota Kupang dibangun di atas keberagaman. Berbagai suku hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan. Melalui kesempatan ini kami ingin memperkenalkan salah satu kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari identitas Kota Kupang,” ujarnya.
Lebih jauh, Christian menilai pelestarian budaya tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai upaya menjaga warisan leluhur, tetapi juga harus ditempatkan sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan daya saing daerah, khususnya pada sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan industri jasa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














