“Semoga seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing dengan membawa inspirasi, inovasi, dan pengalaman yang dapat diterapkan untuk mempercepat kemajuan pembangunan daerah,” ujarnya.
Partisipasi Kota Kupang dalam ajang tersebut juga memperoleh respons positif dari diaspora Nusa Tenggara Timur di Medan. Ketua Pascasarjana Sekolah Tinggi St. Paul Simalingkar Medan, Dr. Adolfina Elisabeth Koamesakh, MH., M.Th., mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kupang yang memilih mengangkat budaya Rote sebagai representasi keberagaman daerah. Melalui unggahan di media sosial, ia menyertakan foto Wali Kota Kupang mengenakan busana adat Rote dengan takarir, “To’o huk abunae. Malole ta malole, Kota Kupang le malole,” sebagai ungkapan kebanggaan terhadap identitas budaya Nusa Tenggara Timur yang tampil di panggung nasional.
red
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














