UPG 1945 NTT menawarkan sosialisasi program studi, pembelajaran hybrid untuk jenjang sarjana dan magister, serta skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Skema ini memungkinkan pengalaman kerja dan pembelajaran sebelumnya dipertimbangkan sesuai ketentuan dalam proses pendidikan formal.
Program tersebut berpotensi membuka akses pendidikan lanjutan bagi ASN yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa sepenuhnya meninggalkan pekerjaan.
Persoalan dukungan pendidikan bagi mahasiswa turut menjadi pembahasan. Christian mengakui bahwa Pemerintah Kota Kupang menghadapi efisiensi anggaran pada 2026, tetapi menyatakan tetap berkomitmen menyediakan dukungan bagi mahasiswa sesuai kemampuan keuangan daerah.
Ia juga membuka peluang untuk mempertimbangkan bantuan khusus bagi mahasiswa yang mengalami kendala biaya dalam menyelesaikan tugas akhir. Namun, realisasi dukungan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kebijakan dan mekanisme penganggaran yang berlaku.
Dalam audiensi tersebut, Rektor UPG didampingi Plh. Wakil Rektor I, Rudi Jibrael Isu; Wakil Rektor III, Patrisia Walu Wandja; Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas, Dr. Melky Laley; Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat, Delorens Bessie; serta Kepala Lembaga Penelitian, Eka Citra G. Kerihi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














