Pemkot Kupang Gandeng UPG 1945 NTT, Bidik Kolaborasi Riset hingga Penanganan Stunting

Avatar photo
upg

ID, Kupang – Pemerintah Kota Kupang membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Universitas Persatuan Guru 1945 NTT (UPG 1945 NTT) untuk memperkuat riset terapan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung penyelesaian sejumlah persoalan strategis daerah, termasuk pengelolaan sampah dan penanganan stunting.

Komitmen kolaborasi itu mengemuka dalam audiensi Rektor UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho, bersama jajaran pimpinan universitas dengan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, di ruang kerja Wali Kota, Senin (23/2/2026).

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/10/Untitled-image-11.png
Scroll kebawah untuk lihat konten

Christian menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah membutuhkan gagasan, masukan, serta kajian akademik agar kebijakan yang dirumuskan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas silaturahmi ini. Kami siap mendengar ide, gagasan, maupun masukan yang dapat dikolaborasikan bersama demi kemajuan Kota Kupang,” ujar Christian.

Ia menekankan, pembangunan berkelanjutan tidak dapat hanya mengandalkan kapasitas pemerintah. Keterlibatan perguruan tinggi diperlukan untuk memperkuat dasar ilmiah dalam perumusan kebijakan sekaligus menghadirkan solusi yang dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat.

Riset, KKN, dan PPL Jadi Agenda Kerja Sama

Rektor UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho, menyampaikan bahwa kampus yang telah hampir dua dekade hadir di Kota Kupang itu berkomitmen memperluas kontribusinya bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Sejumlah agenda yang ditawarkan meliputi penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama di Kota Kupang.

UPG juga membuka peluang keterlibatan dosen dan peneliti dalam mendukung penanganan persoalan daerah, terutama pengelolaan sampah dan stunting. Melalui pendekatan akademik dan riset terapan, kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah mengidentifikasi persoalan, merancang intervensi, serta mengevaluasi hasil program.

Menanggapi tawaran tersebut, Christian menyatakan dukungan terhadap percepatan penyusunan dokumen teknis kerja sama, termasuk MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Ia juga mendorong keterlibatan akademisi UPG dalam berbagai agenda pemerintah, mulai dari penyusunan kajian kebijakan hingga dukungan terhadap tim penilai kebersihan. Keterlibatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan formal, tetapi berlanjut menjadi kegiatan yang memiliki sasaran dan hasil terukur.

Buka Akses Pendidikan bagi ASN

Selain riset dan pengabdian masyarakat, audiensi itu membahas peluang peningkatan pendidikan bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.

UPG 1945 NTT menawarkan sosialisasi program studi, pembelajaran hybrid untuk jenjang sarjana dan magister, serta skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Skema ini memungkinkan pengalaman kerja dan pembelajaran sebelumnya dipertimbangkan sesuai ketentuan dalam proses pendidikan formal.

Program tersebut berpotensi membuka akses pendidikan lanjutan bagi ASN yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa sepenuhnya meninggalkan pekerjaan.

Persoalan dukungan pendidikan bagi mahasiswa turut menjadi pembahasan. Christian mengakui bahwa Pemerintah Kota Kupang menghadapi efisiensi anggaran pada 2026, tetapi menyatakan tetap berkomitmen menyediakan dukungan bagi mahasiswa sesuai kemampuan keuangan daerah.

Ia juga membuka peluang untuk mempertimbangkan bantuan khusus bagi mahasiswa yang mengalami kendala biaya dalam menyelesaikan tugas akhir. Namun, realisasi dukungan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kebijakan dan mekanisme penganggaran yang berlaku.

Dalam audiensi tersebut, Rektor UPG didampingi Plh. Wakil Rektor I, Rudi Jibrael Isu; Wakil Rektor III, Patrisia Walu Wandja; Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas, Dr. Melky Laley; Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat, Delorens Bessie; serta Kepala Lembaga Penelitian, Eka Citra G. Kerihi.

Sementara itu, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Andre Ota, serta Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kerja Sama, Joni Bire.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan antara Pemerintah Kota Kupang dan UPG 1945 NTT. Tantangan selanjutnya ialah menerjemahkan berbagai rencana kolaborasi ke dalam program konkret yang mampu memperluas akses pendidikan, memperkuat riset terapan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. red/pkp

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan