ID, Kota Kupang – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Selasa (3/3/2026). Pertemuan ini menegaskan penguatan sinergi dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong percepatan transformasi digital di Kota Kupang.
Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menegaskan stabilitas ekonomi daerah merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan yang berkelanjutan. Menurutnya, pengendalian inflasi dan digitalisasi layanan publik bukan hanya agenda teknis, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh pemangku kepentingan.
“Inflasi bukan sekadar angka statistik, tetapi cerminan biaya hidup masyarakat. Sementara digitalisasi adalah komitmen kita untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Mari kita perkuat stabilitas dan digitalisasi transaksi agar ekonomi Kota Kupang terus bergerak produktif,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Dari sisi perkembangan harga, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, memaparkan bahwa inflasi Kota Kupang sepanjang 2025 tercatat sebesar 2,93 persen (year on year), masih berada dalam rentang sasaran nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














