Purbaya Ungkap Dinamika Koordinasi Proyek Whoosh dan Tantangan Tata Kelola Infrastruktur
Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengisahkan pengalaman ketika menerima kunjungan pejabat tinggi dari China pada masa pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, yang kini dikenal sebagai Whoosh. Pertemuan tersebut terjadi saat ia masih menjabat di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Dalam penuturannya, Purbaya menyampaikan bahwa perwakilan yang ia sebut sebagai pimpinan proyek tersebut mengeluhkan lambatnya progres pembangunan. Secara empiris, setelah dua tahun implementasi, capaian pembebasan lahan baru mencapai sekitar 4 kilometer, yang menunjukkan adanya hambatan struktural dalam tahap awal proyek.
Lebih jauh, pejabat tersebut juga mengemukakan kesulitan dalam menyampaikan laporan perkembangan proyek karena kurangnya kejelasan jalur koordinasi antarinstansi. Fenomena “lempar tanggung jawab” antar lembaga—khususnya antara kementerian terkait—mengindikasikan adanya kelemahan dalam tata kelola proyek dan manajemen birokrasi. Menurut Purbaya, bahkan tidak terdapat entitas atau pihak yang secara definitif bertanggung jawab sebagai pengelola utama proyek pada saat itu. Situasi ini kemudian mendorong intervensi dari Kementerian Koordinator untuk merestrukturisasi pengelolaan proyek agar lebih terarah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
















