Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Akibat Pelemahan Rupiah, Presiden Prabowo Diminta Perkuat Kepercayaan Pasar

Avatar photo
inflasi
tangkapan layar youtube

ID, JAKARTA – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyampaikan sejumlah catatan strategis kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perkembangan ekonomi makro nasional, khususnya potensi tekanan inflasi yang dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menyentuh kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Masukan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026), yang dihadiri Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, bersama sejumlah anggota DEN, di antaranya Chatib Basri, Hario Seto, dan Mochammad Firman Hidayat.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam keterangannya kepada media usai pertemuan, Chatib Basri menekankan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi menimbulkan efek lanjutan terhadap kenaikan harga barang dan jasa, terutama melalui peningkatan biaya impor, produksi, dan distribusi. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi karena dapat memberikan tekanan yang lebih besar terhadap kelompok masyarakat berpendapatan menengah ke bawah.

“Risiko kenaikan harga akibat pelemahan rupiah perlu menjadi perhatian bersama karena dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan dan berpenghasilan rendah,” ujar Chatib.

Menurutnya, salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional adalah memperkuat kepercayaan publik dan pelaku pasar terhadap arah kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, transparansi pengelolaan fiskal dan upaya efisiensi anggaran perlu terus diperkuat, termasuk dalam pelaksanaan berbagai program prioritas nasional seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan