Sementara itu, Anggota DEN Mochammad Firman Hidayat menjelaskan bahwa meskipun terdapat tekanan eksternal yang memengaruhi nilai tukar rupiah, kondisi fundamental perekonomian Indonesia saat ini masih berada dalam kategori kuat dan relatif stabil.
Ia menegaskan bahwa situasi ekonomi nasional saat ini tidak dapat disamakan dengan krisis ekonomi tahun 1998. Sejumlah indikator makroekonomi menunjukkan ketahanan yang lebih baik, mulai dari tingkat inflasi yang masih terkendali, kondisi korporasi yang lebih sehat, hingga sektor perbankan yang memiliki kapasitas permodalan yang kuat.
“Salah satu indikator penting adalah tingkat utang korporasi dalam denominasi dolar yang jauh lebih rendah dibandingkan kondisi menjelang krisis 1998. Selain itu, arus kas perusahaan masih relatif kuat sehingga mampu menjadi bantalan terhadap ketidakpastian global,” jelas Firman.
Ia juga menyoroti tingkat Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan nasional yang berada di atas 25 persen sebagai indikator kuatnya ketahanan sektor keuangan dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi global.
Meski demikian, DEN mengingatkan bahwa risiko eksternal tetap perlu diwaspadai. Ketegangan geopolitik dan konflik internasional yang berlangsung lebih lama dari perkiraan berpotensi mendorong kenaikan harga energi global, yang pada akhirnya dapat meningkatkan biaya produksi dan distribusi di dalam negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















