Wakil Bupati Kupang: Iman Harus Menjadi Berkat, Bukan Sekadar Ritual Seremonial

Avatar photo
IMG 20260907 WA0022

ID, KUPANG – Perayaan iman tidak boleh berhenti pada tataran seremonial belaka. Ia harus memiliki relevansi nyata dalam kehidupan sosial, keberpihakan kepada masyarakat, penghormatan terhadap kerja manusia, serta keberanian untuk merawat kehidupan. Pesan ini mengemuka dalam Perayaan Pesta Pelindung Paroki, Syukur Panen, sekaligus Pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Periode 2026–2030 di Paroki Santa Helena Lili-Camplong, Kabupaten Kupang, pada Minggu, 6 September 2026.

 

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Pesta Pelindung Paroki bukan sekadar agenda liturgis tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kehidupan iman umat dan mengaktualisasikan nilai-nilai kekristenan dalam realitas sosial. Paroki Santa Helena Lili-Camplong sendiri merupakan bagian dari kehidupan Gereja Katolik di Kabupaten Kupang dan tercatat sebagai salah satu paroki di wilayah Keuskupan Agung Kupang.

 

Menurut Aurum, dimensi spiritual harus memiliki keterkaitan erat dengan tanggung jawab sosial. Iman yang matang, dalam perspektif tersebut, tidak hanya diwujudkan melalui intensitas peribadatan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama, lingkungan, pangan, kehidupan ekonomi masyarakat, serta keberlanjutan pembangunan daerah. Pada momentum yang sama, Syukur Panen ditempatkan sebagai ekspresi teologis sekaligus sosial atas hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan kerja keras para petani.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan