Wakil Bupati Kupang: Iman Harus Menjadi Berkat, Bukan Sekadar Ritual Seremonial

Avatar photo
IMG 20260907 WA0022

 

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Syukur Panen memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar perayaan atas keberhasilan produksi pertanian. Ia dapat menjadi ruang refleksi mengenai relasi manusia dengan alam sekaligus pengingat bahwa keberlanjutan pangan membutuhkan kebijakan, adaptasi, solidaritas, dan tanggung jawab kolektif.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

 

Dalam konteks pelantikan DPP periode 2026–2030, Aurum menegaskan bahwa mandat pelayanan tidak boleh direduksi menjadi sekadar tanggung jawab administratif atau struktur organisasi gerejawi. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada anggota DPP harus diterjemahkan sebagai vocation of service—panggilan untuk melayani.

 

“Tugas ini bukan sekadar sebuah tanggung jawab organisasi, melainkan panggilan untuk melayani. Para petugas yang telah dipilih dan dilantik hari ini telah diberkati. Kiranya bukan hanya menjalankan kegiatan organisasi gerejawi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk membawakan kasih yang kita kenal dari Tuhan Yesus Kristus,” ungkapnya.

 

Pesan tersebut menempatkan DPP bukan hanya sebagai instrumen administratif dalam kehidupan paroki, tetapi sebagai bagian dari ekosistem sosial yang memiliki fungsi penting dalam membangun solidaritas, memperkuat kohesi sosial, dan mengembangkan kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan. Aurum berharap DPP Santa Helena mampu membangun koordinasi yang konstruktif dengan para imam dan seluruh umat. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan kehidupan komunitas yang semakin solid, mandiri, inklusif, serta memiliki sensitivitas sosial terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan