Dorong UMKM NTT Tumbuh Lebih Kompetitif, BI Hadirkan Inkubasi “Aksi Kreasi Flobamorata 2026”

Avatar photo
bi

ID, Kota Kupang – Upaya memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur terus digencarkan. Salah satunya melalui peluncuran program inkubasi “Aksi Kreasi Flobamorata 2026” yang diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi NTT.

Program ini resmi diperkenalkan dalam kegiatan onboarding yang berlangsung di Kupang, sebagai langkah awal membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih adaptif, inklusif, dan berdaya saing.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga sektor perbankan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan UMKM yang tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang di tengah dinamika ekonomi.

Perwakilan BI NTT menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga harus menyentuh aspek kualitas pelaku usaha. Melalui program ini, pelaku UMKM didorong untuk memperkuat legalitas usaha, meningkatkan literasi keuangan, serta memanfaatkan teknologi digital dalam operasional bisnis.

Sebanyak 64 UMKM terpilih menjadi peserta dalam program ini, terdiri dari sektor pertanian, produk unggulan, hingga jasa. Mereka dipilih melalui proses kurasi ketat dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan dan kesiapan untuk naik kelas.

Pemerintah daerah menyambut baik inisiatif ini. Program inkubasi dinilai sejalan dengan arah pembangunan ekonomi NTT yang menekankan pada hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk lokal.

“Aksi Kreasi Flobamorata bukan sekadar pelatihan, tetapi strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing UMKM dan memperkuat ekonomi daerah,” ujar salah satu perwakilan pemerintah provinsi.

Program ini dirancang secara komprehensif, mulai dari tahap seleksi, pelatihan, pendampingan intensif, hingga evaluasi berkelanjutan. Materi yang diberikan mencakup kewirausahaan, manajemen keuangan, digitalisasi bisnis, hingga perlindungan konsumen.

Tak hanya itu, akses pembiayaan juga menjadi perhatian utama. BI bersama mitra perbankan membuka peluang pendanaan, termasuk melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), agar UMKM semakin siap masuk ke sistem keuangan formal.

Ke depan, program ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Dengan pelaku usaha yang semakin kompeten, rantai nilai yang lebih kuat, serta akses pasar yang lebih luas, UMKM NTT diharapkan mampu tampil sebagai kekuatan baru dalam ekonomi nasional.

red

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan