Fenomena tersebut mencerminkan adanya perbedaan persepsi antara investor domestik dan investor asing dalam merespons momentum pemulihan pasar. Investor domestik cenderung memanfaatkan koreksi sebelumnya sebagai peluang akumulasi, sedangkan investor asing masih menerapkan strategi mitigasi risiko di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Berdasarkan data perdagangan, sejumlah saham unggulan yang selama ini menjadi favorit investor asing justru menjadi sasaran aksi profit taking dan realokasi aset. Saham perbankan nasional mendominasi daftar emiten dengan nilai jual bersih asing terbesar.
Adapun sepuluh saham dengan nilai net foreign sell tertinggi pada perdagangan Selasa meliputi:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp489,11 miliar.
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp298,49 miliar.
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp135,96 miliar.
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp132,68 miliar.
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp77,59 miliar.
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp31,50 miliar.
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp30,85 miliar.
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar Rp29,34 miliar.
- PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar Rp25,06 miliar.
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar Rp24,41 miliar.
Dominasi saham sektor perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa investor asing masih melakukan rebalancing pada sektor-sektor yang memiliki bobot besar terhadap pergerakan indeks.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














