IHSG Rebound 5,65%, Investor Asing Masih Jual Saham Rp2,21 Triliun

Avatar photo
IHSG
Ilustrasi Pasar Saham

Dalam proyek tersebut, WIKA Kobe bertindak sebagai pemasok bagi Colas Rail Philippines untuk Paket Kontrak CP106 yang mencakup pekerjaan sistem elektrikal dan mekanikal (electrical and mechanical systems) serta pembangunan jalur rel (track works).

Kontrak yang berlangsung hingga 2029 tersebut menjadi bagian dari portofolio pesanan ekspor WTON. Proyek ini juga memberikan potensi visibilitas pendapatan dalam kurun sekitar tiga tahun, meskipun besaran kontribusinya belum dapat dihitung karena nilai kontrak tidak diungkapkan.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/10/Untitled-image-11.png
Scroll kebawah untuk lihat konten

Manajemen menyatakan proyek tersebut akan memberikan dampak terhadap pendapatan perseroan. Kehadiran kontrak ekspor ini menjadi tambahan peluang bisnis di tengah kinerja semester I 2026 yang menunjukkan pergerakan berbeda antara pendapatan dan laba.

Pada periode tersebut, pendapatan WTON turun 5,51% secara tahunan menjadi Rp1,48 triliun. Sebaliknya, laba bersih meningkat 9,14% menjadi Rp4,75 miliar, didukung oleh perbaikan margin.

VISI Siapkan PMTHMETD Rp120 Miliar

Sementara itu, PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) merencanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) melalui penerbitan 120,72 juta saham baru.

Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp25 per saham dengan harga pelaksanaan Rp994 per saham. Berdasarkan harga pelaksanaan itu, perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp120 miliar.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan