Meski demikian, respons pasar dalam jangka pendek menunjukkan kecenderungan berbeda. Sepanjang Januari hingga awal April 2026, pergerakan investor asing mengalami pergeseran drastis dari fase akumulasi ke aksi jual bersih (net sell). Pada awal tahun, aliran modal asing sempat mencatatkan pembelian bersih dan mendorong IHSG menembus level 9.000, bahkan mencapai kapitalisasi pasar lebih dari Rp16.000 triliun.
Namun, tren tersebut berbalik arah secara progresif. Memasuki akhir Januari, tekanan jual mulai mendominasi, yang kemudian berlanjut hingga Maret. Akumulasi dana asing yang keluar dari pasar saham domestik tercatat mencapai lebih dari Rp30 triliun pada akhir kuartal I. Sejalan dengan itu, IHSG terkoreksi tajam hingga turun ke kisaran level 7.000, disertai penyusutan kapitalisasi pasar secara signifikan.
Fenomena ini mencerminkan adanya jeda antara pengakuan institusi global terhadap reformasi struktural dengan respons aktual pelaku pasar. MSCI sendiri masih melanjutkan proses evaluasi melalui agenda Index Review pada Mei 2026 dan Market Accessibility Review pada Juni 2026, yang akan mempertimbangkan data terkini serta masukan dari investor global.
Secara analitis, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persepsi investor tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan jangka panjang, tetapi juga faktor makroekonomi, sentimen global, serta likuiditas pasar dalam jangka pendek. Dengan demikian, meskipun reformasi mendapat apresiasi internasional, efektivitasnya dalam mendorong arus modal masuk masih membutuhkan waktu dan konsistensi implementasi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.













