Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut positif terobosan pembiayaan tersebut. Menurutnya, KUR khusus pekerja migran menjadi solusi konkret atas persoalan pembiayaan pra-keberangkatan yang selama ini kerap mendorong calon pekerja migran terjerat praktik pinjaman ilegal.
“Dengan adanya skema ini, pekerja migran asal NTT tidak perlu lagi bergantung pada rentenir. Negara hadir melalui Bank NTT untuk memastikan pembiayaan yang aman, adil, dan terjangkau,” kata Melki.
Dalam pelaksanaannya, LPK Musubu berperan melakukan seleksi calon peserta, memberikan rekomendasi, pendampingan, serta melakukan pemantauan terhadap pemenuhan kewajiban kredit. Mekanisme tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program dan meminimalkan risiko kredit bermasalah.
Pemerintah Provinsi NTT berharap skema KUR khusus pekerja migran ini mampu mendorong penempatan tenaga kerja migran yang lebih legal, terencana, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan keluarga pekerja migran serta perekonomian daerah. (Red)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












