Haakon VIII Jadi Raja Norwegia, Warisi Takhta di Tengah Skandal Keluarga Kerajaan

Avatar photo
norwegia
sumber :REUTERS/Lise Aserud

Harald bahkan pernah menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan sang putra untuk meneruskan takhta.

Namun, Haakon diperkirakan tidak akan menjadi raja dengan karakter yang sama seperti ayahnya.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/08/Ucapan-Dirgahayu-Indonesia.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sejarawan Trond Norén Isaksen menilai Haakon lebih tertutup dibandingkan Harald yang dikenal karismatik dan humoris. Meski demikian, Haakon dalam beberapa tahun terakhir dinilai semakin terbuka dan santai.

Perubahan itu disebut tidak terlepas dari pengalaman panjangnya memikul tanggung jawab kerajaan, termasuk menghadapi persoalan keluarga dan kondisi kesehatan istrinya.

Putri Haakon Kini Jadi Pewaris Takhta

Pergantian raja juga mengubah posisi dalam garis suksesi kerajaan Norwegia.

Putri Haakon, Ingrid Alexandra, yang kini berusia 22 tahun, menjadi putri mahkota sekaligus pewaris takhta berikutnya.

Ingrid berada di garis suksesi setelah ayahnya. Sebelumnya, Haakon sendiri menjadi pewaris takhta setelah Harald, mengungguli kakaknya, Putri Märtha Louise.

Perubahan tersebut tidak lepas dari reformasi konstitusi Norwegia pada 1990 yang memberikan hak pewarisan takhta kepada perempuan.

Jika kelak naik takhta, Ingrid Alexandra berpeluang menjadi perempuan pertama yang memimpin Norwegia sejak abad ke-15.

Monarki Norwegia Sedang Diuji

Haakon naik takhta ketika citra keluarga kerajaan sedang menghadapi tekanan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan