Ramos Horta Minta Indonesia–Timor Leste Fokus pada Realisasi Kerja Sama, Bukan Sekadar MoU

Avatar photo
ramos horta

Ramos-Horta bahkan menyinggung pengalamannya menikmati kuliner di Atambua. Ia menyebut makanan KFC di kota tersebut terasa lebih enak dibandingkan dengan yang pernah dinikmatinya di New York.

Pernyataan itu disampaikan dalam konteks kedekatan hubungan antarmasyarakat yang tidak hanya terbentuk melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui perjalanan, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pengalaman sehari-hari.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/10/Untitled-image-11.png
Scroll kebawah untuk lihat konten

Evaluasi MoU dan Pendekatan Budaya

Dalam hal kerja sama resmi, Ramos-Horta meminta kedua negara mengevaluasi pelaksanaan kesepakatan yang telah ditandatangani. Ia menilai penambahan MoU tidak seharusnya menjadi prioritas apabila kesepakatan sebelumnya belum dijalankan secara efektif.

Ia mendorong pemerintah kedua negara untuk memusatkan perhatian pada implementasi, sehingga kerja sama bilateral menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat.

Agenda hari kedua Festival Fronteira 2026 turut diisi seminar mengenai Proses Rekonsiliasi (PRT). Pembahasan mencakup pendekatan kultural Nahe Biti Boot serta evaluasi Deklarasi Ambeno 2024.

Pendekatan Nahe Biti Boot dikenal sebagai tradisi pertemuan untuk membangun dialog dan menyelesaikan persoalan melalui proses yang melibatkan para pihak. Dalam konteks festival, pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat rekonsiliasi tidak hanya dari sisi diplomasi, tetapi juga melalui nilai dan praktik budaya masyarakat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan