ID, Dili, Timor Leste — Perdana Menteri Timor-Leste Kay Rala Xanana Gusmão membuka Festival Fronteira 2026, Jumat (23/10/2026), dengan menempatkan dialog ekonomi biru dan rekonsiliasi sebagai bagian penting dari agenda kegiatan yang mempertemukan unsur pemerintah, masyarakat, serta delegasi dari Indonesia dan Timor-Leste.
Pembukaan festival ditandai dengan prosesi pengalungan tais, kain tenun tradisional Timor, dan selendang kepada para tamu undangan, pejabat kedua negara, serta perwakilan delegasi Forum Komunikasi Pejuang Timor-Timur (FKPTT).
Dua perwakilan FKPTT, yakni Ketua Delegasi Felisberto Amaral dan Antonio Doutel, JERACAO Manatuto (Jerman) Yang Ada di kupang, menerima tais secara simbolis dari Xanana Gusmão.
Kehadiran 20 anggota delegasi FKPTT dalam acara tersebut menjadi bagian dari pertemuan lintas negara yang mengedepankan hubungan sosial dan komunikasi antara masyarakat di kawasan perbatasan.
Suasana keakraban terlihat sejak awal kegiatan ketika Xanana duduk berdampingan dengan para anggota delegasi.
Xanana Gusmão Angkat Konsep Ekonomi Biru
Selain membuka festival, Xanana Gusmão hadir sebagai pembicara utama (keynote speaker) dan mengajak delegasi serta tamu undangan berdiskusi mengenai pengembangan ekonomi biru (blue economy).
Diskusi tersebut mengusung tema “Konsep Ekonomi Biru: Hau Nia Tasi – Hau Nia Timor”, yang menempatkan laut sebagai salah satu aspek penting dalam pembahasan pembangunan dan pengembangan potensi ekonomi.
Forum ini menjadi salah satu agenda utama Festival Fronteira 2026, yang mempertemukan pemangku kepentingan dari kedua negara untuk membahas isu-isu yang berkaitan dengan pembangunan kawasan perbatasan.
Dari pihak Indonesia, kegiatan pembukaan dihadiri Pelaksana Tugas Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Zet Sony Libing, yang mewakili Pemerintah Provinsi NTT. Turut hadir Asisten I Setda NTT Alex Lumba serta Kepala Biro Ekonomi Setda NTT Selfi Nange, S.Si., M.Si., M.Pub.Pol. Perwakilan dari Maluku juga hadir melalui Camat Maluku Barat Daya.
Sementara itu, dari pihak Timor-Leste, Xanana Gusmão didampingi Menteri Administrasi Negara Tomás do Rosário Cabral, Menteri Kebudayaan Jorge Soares Cristóvão, Presiden Otoritas Kotamadya Lautém Mélio de Jesus, serta Presiden Otoritas Ataúro Mateus Belo.
Sejumlah pimpinan otoritas daerah dari berbagai distrik di Timor-Leste juga menghadiri kegiatan tersebut, antara lain dari Dili, Covalima, Manufahi, Aileu, Ermera, Baucau, Bobonaro, Manatuto, Ainaro, dan Liquiçá.
Dialog Rekonsiliasi dan Pertunjukan Budaya
Rangkaian hari pertama Festival Fronteira 2026 tidak hanya berisi pembahasan ekonomi biru dan pameran. Panitia juga menggelar sesi dialog mengenai proses rekonsiliasi dengan menghadirkan pengalaman penerapan mekanisme rekonsiliasi di Timor-Leste.
Sesi tersebut difasilitasi Direktur Eksekutif AJAR Timor-Leste, José Luis de Oliveira. Dialog ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mengangkat pengalaman rekonsiliasi sebagai salah satu topik pembahasan dalam festival.
Festival Fronteira 2026 diselenggarakan melalui kerja sama panitia dari CNC!, AML, SEAK, dan MAE. Setelah agenda pembukaan dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pementasan seni dan budaya hingga malam hari.
Melalui rangkaian agenda tersebut, festival mempertemukan unsur pemerintahan, delegasi, dan masyarakat dalam ruang dialog yang mencakup pembangunan ekonomi, rekonsiliasi, serta ekspresi budaya di kawasan perbatasan. red
Revisi penulisan “Antonio Doutel, JERACAO Manatuto (Jerman) Yang Ada di kupang”
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














