Dalam skenario tersebut, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) menerima informasi gempa dari BMKG melalui sistem peringatan dini. Informasi kemudian diteruskan kepada relawan, pimpinan daerah, serta masyarakat melalui radio komunikasi dan sirine peringatan dini yang terpasang di sepanjang pantai.
Masyarakat dan wisatawan yang sedang beraktivitas di kawasan pesisir diarahkan untuk segera melakukan evakuasi mandiri menuju TES Pasar Wisata Pangandaran. Setelah dinyatakan aman dan peringatan tsunami dicabut, warga diperbolehkan kembali beraktivitas dengan tetap siaga terhadap kemungkinan gempa susulan.
Simulasi ini sekaligus memperkenalkan kembali keberadaan TES Pasar Wisata Pangandaran, bangunan evakuasi tsunami berlantai empat dengan ketinggian 16 meter, yang berlokasi sekitar satu kilometer dari garis pantai, di Jalan Bulak, Pananjung. Bangunan bercat oranye ini dibangun pada tahun 2016 oleh Kementerian PUPR dan BNPB, lalu diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran pada 2019.
Menutup kegiatan, Lilik mendorong Pemerintah Kabupaten Pangandaran agar rutin melaksanakan simulasi evakuasi mandiri setiap tanggal 26, bertepatan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana. Selain untuk melatih respons masyarakat, kegiatan ini juga penting untuk memastikan fungsi sirine peringatan dini, rambu evakuasi, dan sarana pendukung lainnya tetap optimal.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














