Firman menjelaskan bahwa meskipun inflasi konsumen masih berada pada kisaran 3 persen, indikator harga di tingkat produsen menunjukkan tren yang lebih tinggi. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) yang berada pada level sekitar 7 persen menjadi sinyal awal adanya tekanan biaya yang berpotensi diteruskan ke konsumen pada semester kedua tahun 2026.
“Kesenjangan antara inflasi konsumen dan harga di tingkat produsen perlu diantisipasi karena dapat menjadi faktor pendorong kenaikan harga pada periode mendatang,” ujarnya.
Selain menjaga stabilitas fiskal, DEN juga merekomendasikan langkah-langkah struktural untuk memperkuat cadangan devisa nasional. Salah satunya melalui peningkatan remitansi pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri, terutama tenaga kerja terampil seperti perawat, teknisi, dan tenaga profesional lainnya.
Menurut Firman, kontribusi remitansi Indonesia masih berada di bawah beberapa negara di kawasan Asia Tenggara, sehingga terdapat ruang yang cukup besar untuk meningkatkan penerimaan devisa dari sektor tersebut.
Di samping itu, sektor pariwisata juga dinilai memiliki potensi strategis dalam mendukung ketahanan eksternal ekonomi nasional. Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia masih relatif lebih rendah dibandingkan beberapa negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















