Program MBG Tetap Jalan Selama Ramadan

Avatar photo
mbg

ID, Jakarta – Pemerintah memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berlangsung selama bulan Ramadan. Namun, pola distribusi serta komposisi menu akan disesuaikan dengan kondisi penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa penyesuaian utama dilakukan pada jenis makanan yang dibagikan. Bagi penerima manfaat yang berpuasa, menu makanan basah akan digantikan dengan makanan kering atau tahan lama agar tetap layak dikonsumsi saat waktu berbuka.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut Dadan, pilihan menu selama Ramadan dirancang tetap memenuhi kebutuhan gizi, meskipun tidak langsung dikonsumsi. Beberapa contoh menu yang disiapkan antara lain kurma, telur rebus, telur asin atau pindang, buah-buahan, susu, serta olahan protein seperti abon.

Penyesuaian tidak hanya dilakukan pada menu, tetapi juga pada waktu pendistribusian. Untuk siswa sekolah di wilayah dengan mayoritas penduduk berpuasa, paket MBG akan dibagikan pada siang hari saat jam sekolah berakhir. Makanan tersebut kemudian dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Sementara itu, skema berbeda diterapkan bagi penerima manfaat di lingkungan pondok pesantren. Karena mayoritas penerimanya berada di lokasi yang sama, pembagian MBG di pesantren akan digeser ke sore hari menjelang waktu berbuka dengan menu makanan normal seperti hari biasa.

Adapun kelompok penerima manfaat yang tidak menjalankan puasa, seperti ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, serta masyarakat non-puasa, tetap akan menerima MBG sesuai mekanisme reguler, baik dari sisi menu maupun waktu pemberian.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa infrastruktur pelaksanaan MBG terus berkembang. Hingga akhir Januari 2026, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di seluruh Indonesia telah mencapai lebih dari 22 ribu unit.

Ia mengungkapkan, total penerima manfaat program MBG saat ini telah menembus angka lebih dari 60 juta orang. Dari jumlah tersebut, cakupan penerima di lingkungan sekolah dinilai sudah sangat tinggi, dengan rata-rata sekolah yang memiliki SPPG telah menjangkau lebih dari 90 persen siswanya.

Namun demikian, distribusi MBG di lingkungan pesantren masih relatif rendah. Data sementara menunjukkan cakupan penerima di pesantren masih berada di kisaran 20 persen. Pemerintah mengakui masih terdapat perbedaan data antarkementerian terkait angka tersebut dan akan melakukan sinkronisasi untuk memperbaiki akurasi serta cakupan layanan.

Pemerintah juga menegaskan bahwa program MBG tidak hanya dievaluasi dari sisi distribusi, tetapi juga dampaknya terhadap pertumbuhan penerima manfaat. Evaluasi jangka menengah hingga panjang akan dilakukan dengan mengukur perkembangan fisik dan aspek kognitif anak-anak setelah program berjalan satu tahun dan seterusnya.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui pemenuhan gizi yang berkelanjutan. (Red)

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan