“Penyuluh KB merupakan garda terdepan dalam membangun ketahanan keluarga sebagai modal dasar pembangunan daerah. Mereka tidak hanya menyampaikan program pemerintah, tetapi juga berperan dalam meningkatkan literasi keluarga, memperkuat kualitas pengasuhan anak, serta mendorong terciptanya keluarga yang sehat dan sejahtera,” jelasnya.
Secara khusus, Sekda mengajak seluruh penyuluh keluarga berencana untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi Kabupaten Kupang.
Menurutnya, sejumlah isu strategis seperti prevalensi stunting, peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, pencegahan pernikahan usia dini, penguatan ekonomi keluarga, hingga pembentukan karakter generasi muda memerlukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk para penyuluh keluarga berencana.
“Berbagai persoalan pembangunan yang kita hadapi saat ini membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Penyuluh KB memiliki posisi yang sangat strategis karena berada dekat dengan masyarakat dan memahami secara langsung dinamika sosial yang terjadi di tingkat keluarga,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua IPeKB Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nikodemus, menjelaskan bahwa keberadaan IPeKB merupakan wadah profesi yang bertujuan meningkatkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme para penyuluh keluarga berencana dalam menjalankan tugas-tugas pembangunan keluarga dan kependudukan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














