Inisiatif Warga Jadi Titik Awal Perbaikan Penahan Banjir di Kali Mati, Pemkot Kupang Turun Tangan

Avatar photo
inisiatif

ID, Kupang – Inisiatif aktif warga dalam menjaga keselamatan lingkungan akhirnya mendapat tindak lanjut nyata dari Pemerintah Kota Kupang. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, turun langsung meninjau pekerjaan penguatan penahan banjir di bantaran Kali Mati, tepatnya di wilayah RT 007/RW 02, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Sabtu (24/1/2026).

Ruas jalan di lokasi tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kelurahan Kayu Putih dengan Kelurahan Tuak Daun Merah. Selama bertahun-tahun, badan jalan terus terancam akibat erosi bantaran sungai yang kian parah setiap musim hujan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan berukuran besar seperti mobil tangki air yang kerap melintas melayani kebutuhan warga.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260905-WA0007.jpg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Persoalan tersebut sejatinya telah lama diusulkan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan. Namun, degradasi kondisi bantaran yang semakin mengkhawatirkan mendorong warga untuk bertindak lebih cepat. Dipimpin Ketua RT 007, Lambertus Taneo, masyarakat setempat berinisiatif melakukan perbaikan darurat secara swadaya pada awal November 2025.

“Kami tidak ingin menunggu sampai jalan ini benar-benar terputus. Saat hujan deras, pengikisan tanah makin parah. Karena itu, warga sepakat bergotong royong agar akses ini tetap bisa digunakan,” ujar Lambertus.

Upaya mandiri tersebut kemudian sampai ke telinga Wali Kota Kupang. Seorang warga, Aloysius Tani, menyampaikan langsung kondisi lapangan kepada Wali Kota pada November 2025. Respons pemerintah terbilang cepat. Wali Kota segera menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang untuk melakukan peninjauan teknis dan pengukuran area rawan longsor sepanjang kurang lebih 20 meter.

“Setelah kami sampaikan, tidak lama kemudian petugas PUPR datang melakukan pengukuran. Kami merasa didengar dan diperhatikan,” tutur Aloysius.

Tindak lanjut dari hasil pengukuran tersebut mulai terealisasi pada Januari 2026. Dinas PUPR membangun penambahan penahan banjir guna memperkuat bantaran kali sekaligus mengamankan badan jalan. Pekerjaan ini disambut positif oleh warga karena dinilai memberikan rasa aman dan kepastian terhadap akses transportasi harian.

Dalam kunjungannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk merespons kebutuhan riil masyarakat. Ia juga meminta agar Dinas PUPR memetakan titik-titik lain yang berpotensi longsor agar penanganan dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Menurut Wali Kota, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi fondasi penting dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur dasar di wilayah permukiman. Partisipasi warga, kata dia, bukan hanya mempercepat penanganan masalah, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan terhadap lingkungan.

Warga setempat pun menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan perhatian Pemerintah Kota Kupang. Mereka berharap pola respons cepat seperti ini terus dipertahankan, terutama untuk persoalan-persoalan mendasar yang langsung menyentuh keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota dan jajaran. Sekarang jalan ini jauh lebih aman dilalui. Harapan kami, pemerintah terus hadir dan memperhatikan kebutuhan warga di tingkat paling bawah,” ujar Lambertus Taneo. red

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Idealis.ID

+ Gabung

  • Bagikan